Buff - Planet Earth Green World: Februari 2011

Jumat, 25 Februari 2011

Mengurangi Kerusakan Bumi dalam Dunia Pendidikan

Kerusakan lingkungan yang kerap terjadi di negeri ini, diakui berbagai pihak bahwa banyak faktor yang menjadi pemicunya. Salah satu aspek yang disebut-sebut adalah bidang pendidikan. Inilah yang sangat penting untuk didiskusikan dan menjadi hal yang penting dalam mengurangi kerusakan lingkungan hidup.

Kalau kita tenggok ke belakang, maka terlihat jelas dunia pendidikan kita kurang terjalin mesra dengan aspek kelestarian lingkungan hidup. Walaupun ada yang bertautan, itu pun jumlahnya dapat kita hitung dan muatannya pun kurang aplikatif terhadap keadaan alam di daerah masing-masing. Artinya, muatannya hanya semata-mata teoritis, tanpa membuat peserta didik melihat sendiri di lapangan.

Untuk itu, tidak aneh kalau sekarang banyak pemimpin dan pelaku ekonomi pembangunan yang mengabaikan aspek keselamatan lingkungan ini. Dalam pikirannya, hanya terbesit bagaimana caranya untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sebanyak-banyaknya, seperti orang-orang kapitalis.

Mari Budayakan Gerakan Go Green

Seperti yang kita ketahui bumi ini sudah mengalami kerusakan begitu parah, karna ulah kita manusia. penyebab kerusakan itu antara laiin banyaknya pabrik-pabrik industri yang sangat banyak, polusi udara yang berasal dari asap-asap kendaraan bermotor, hasil dari pembakaran sampah, dan asap-asap yang dihasilkan oleh manusia (asap rokok), sehingga menyebabkan lapisan-lapisan ozon rusak. dan semua itu membuat bumi kita rusak dan semakin rusak. kita tidak dapat membuat bumi ini menjadi seperti semula. namun kita bisa mengurangi kersukan tersebut diantaranya dengan melakukan :

Global Warming, Selamatkan Bumi Kita

Global warming atau yang dikenal juga dengan pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya suhu-suhu atmosfir, laut dan daratan dibumi. IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca. hal tersebut berpengaruh terhadap permukaan air laut, meningkatnya intensitas cuaca (cuaca menjadi tidak menentu/ekstreme), dan perubahan pola dan jumlah presipitasi. sementara pada lingkungan menyebabkan banyaknya sawah-sawah atau ladang yang rusak, petani banyak yang mengalami kegagalan panen, hilangnya gleser dan punahnya hewan-hewan